Model Pembelajaran Koperatif Tipe Learning Together dan Langkah – Langkahnya

tugas-sekolah.com; Kali ini soda pendidikan akan berbagi artikel tentang satu jenis model pembelajaran kooperatif. Secara umum model koperasi memiliki karakteristik yang sama yaitu pada saat belajar, maka siswa terbagi dalam kelompok kecil untuk memudahkan pembelajaran. Nah, kali ini akan dibahas secara menyeluruh tentang Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pembelajaran Bersama dan Langkahnya. Semoga bermanfaat.
A. Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kooperatif berasal dari kata koperasi yang berarti melakukan sesuatu bersama dengan saling membantu sebagai satu kelompok atau sebagai tim. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) adalah strategi pembelajaran dengan jumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap siswa sebagai anggota kelompok harus bekerja sama dan saling membantu untuk memahami pokok permasalahan. Dalam pembelajaran kooperatif, pembelajaran dikatakan belum selesai, jika salah satu teman di kelompok tersebut belum menguasai materi pelajaran (Isjoni, 2011).
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran konstruktivis. Hal ini terlihat dalam salah satu teori Vigotsky mengenai penekanan pada sifat sosiokultural vigotsky yang belajar bahwa fase mental yang lebih tinggi umumnya muncul dalam percakapan atau kerja sama antar individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi diserap dalam individu. Implikasi dari teori Vigotsky adalah bahwa bentuk kelasnya kooperatif (Amri, 2010).

[1945906]  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pembelajaran Bersama dan Langkahnya "border =" 0 "height =" 265 "src =" https://2.bp.blogspot.com/-ZgqQFsYbHE8 / Model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pengajaran langsung. Model model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pengajaran langsung. Model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif model pembelajaran pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep yang sulit. Pengembang model ini telah menunjukkan bahwa koperasi Model struktur penghargaan telah mampu memperbaiki penilaian siswa terhadap pembelajaran akademik, dan perubahan norma yang berkaitan dengan hasil belajar. Dalam banyak kasus, norma budaya anak muda sangat baik tidak seperti arnya. siswa yang ingin menonjol secara akademis. Robert Salvin dan ahli lainnya telah berusaha mengubah norma ini melalui penggunaan pembelajaran kooperatif (Amri, 2009). </div>
<div style= Pembelajaran kooperatif didefinisikan sebagai filosofi tanggung jawab pribadi dan rasa hormat terhadap orang lain. Peserta didik bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri dan mencoba mencari informasi untuk menjawab pertanyaan yang dihadapi mereka. Guru bertindak sebagai fasilitator, memberikan dukungan namun tidak mengarahkan kelompok ke hasil yang telah dipersiapkan sebelumnya. Bentuk penilaian oleh sesama peserta didik digunakan untuk melihat hasil proses (Amri, 2009).

Konsep pembelajaran kooperatif yang lebih luas mencakup semua jenis pekerjaan kelompok termasuk lebih banyak bentuk, tugas dan pertanyaan yang dipimpin guru atau guru, serta menyediakan materi dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik memecahkan masalah yang bersangkutan. Guru biasanya menetapkan bentuk tes tertentu pada akhir tugas (Slavin, 2005).
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa model ini tidak hanya unggul dalam membantu siswa memahami konsep yang sulit, namun juga sangat berguna untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, bekerja sama, dan membantu teman. Dalam pembelajaran kooperatif, siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga memberi dampak positif terhadap kualitas interaksi dan komunikasi yang berkualitas, dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajar

B. Unsur Unsur Pembelajaran Kooperatif
Unsur pembelajaran kooperatif menurut Lungdren (1994) adalah sebagai berikut:

  1. Siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka "tenggelam atau berenang bersama"
  2. Siswa harus bertanggung jawab terhadap siswa atau peserta. siswa dalam kelompok mereka, selain tanggung jawab sendiri dalam mempelajari materi yang ada.
  3. Siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama.
  4. Siswa membagi tugas dan berbagi tanggung jawab di antara anggota kelompok
  5. Para siswa diberi sebuah evaluasi atau penghargaan yang akan berkontribusi dalam evaluasi kelompok
  6. Pimpinan berbagi siswa sambil mendapatkan keterampilan kooperatif saat belajar. Setiap siswa akan diminta untuk secara pribadi menanggapi materi yang ditangani dalam kelompok koperasi.
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil pembelajaran dalam hal prestasi akademik, toleransi, penerimaan keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial. Untuk mencapai hasil belajar model pembelajaran kooperatif memerlukan kerjasama dan saling ketergantungan peserta didik dalam struktur tugas, struktur objektif, dan penghargaan mengacu pada tingkat kerjasama atau persaingan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan penghargaan (Suprinjo, 2009).
C. Tipe Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran Bersama (LT)
David dan Roger Johnson dari University of Minnesota mengembangkan model pembelajaran bersama dari pembelajaran kooperatif. Metode yang mereka pelajari meliputi siswa dibagi dalam kelompok empat atau lima kelompok dengan latar belakang yang berbeda pada lembar tugas, dan mendapat pujian dan penghargaan berdasarkan kerja kelompok. David dan Roger Johnson (dalam Slavin, 2008) menekankan empat elemen:
  1. Interaksi tatap muka: siswa bekerja dalam kelompok empat sampai lima,
  2. Interdependensi positif: siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan
  3. Interpersonal dan kemampuan kelompok kecil: siswa diajarkan tentang alat yang efektif untuk bekerja sama dan mendiskusikan seberapa baik kelompok mereka bekerja dalam mencapai tujuan mereka
Dalam hal ini penggunaan kelompok pembelajaran heterogen dan penekanan pada saling ketergantungan positif, serta tanggung jawab individu Johnson & # Metodenya mirip dengan STAD. Namun, mereka juga menyoroti isu pengembangan kelompok dan penilaian diri terhadap kinerja kelompok, dan merekomendasikan penggunaan penilaian tim daripada sertifikasi atau bentuk pengakuan lainnya. Metode ini membagi siswa menjadi kelompok heterogen dengan anggota 4 – 5. Setiap kelompok menerima lembar tugas, mendapat pujian dan penghargaan berdasarkan kerja kelompok.
D. Langkah-langkah untuk Belajar Koperasi Belajar Bersama
Sintaks Belajar Bersama (Slavin, 2011) adalah:
  1. Guru menyajikan pelajaran.
  2. Membentuk kelompok 4 sampai 5 orang secara heterogen (berpadu dengan prestasi, jenis kelamin, suku dan lainnya)
  3. Masing-masing kelompok menerima lembar tugas dan menyelesaikannya.
  4. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil karya mereka.
  5. Pujian dan penghargaan berdasarkan kerja kelompok.
Penelitian terhadap model ini telah menemukan bahwa bentuk penghargaan yang diberikan kepada kelompok didasarkan pada pembelajaran individual semua anggota kelompok, mereka meningkatkan prestasi siswa lebih dari individualistik dan memiliki pengaruh positif terhadap hasil, seperti pada hubungan ras dan penerimaan teman sekelas yang memiliki masalah kecacatan akademik (Slavin, 2011)
Sumber:
[1945904]

Slavin, RE 2005. Pembelajaran Kooperatif . Bandung: Nusa Media
Amri, S. dan Iif K.A. 2010. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif di Kelas . Jakarta: Buku Prestasi

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif . Bandung: Alfabeta

Suprinjo, A. 2009. Pembelajaran Kooperatif . Yogyakarta [1965909]

10 Model Pembelajaran dan Ukurannya
Model Pembelajaran Kooperatif tipe CIRC
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Model Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)
] Model Pembelajaran Soal Posing
Model Pembelajaran Kartu Koleksi Pertandingan
Model Pembelajaran Tim Pertandingan Turnamen (TGT)
Model Pembelajaran Kooperatif
Model Numbered Head Together (NHT)
Model Belajar Melontar Snowball
] Tipe Model Pembelajaran Kooperatif Buat Pertandingan
Model Pembelajaran Konvensional
Model Pembelajaran Tematik

author
Penulis: 

    Posting Terkait "Model Pembelajaran Koperatif Tipe Learning Together dan Langkah – Langkahnya"

    Tinggalkan pesan "Model Pembelajaran Koperatif Tipe Learning Together dan Langkah – Langkahnya"