Makna Alinea Ketiga Pembukaan UUD 1945


Sebelum menguraikan arti paragraf ketiga dari pembukaan UUD 1945 kita menulis ulang teks asli dari paragraf ketiga yaitu:

rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan mulia, agar bisa hidup bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan kemerdekaan ini.

Paragraf ketiga di atas menunjukkan bahwa kemerdekaan didorong oleh motivasi spiritual bahwa kemerdekaan yang dicapai oleh rakyat Indonesia ada pada file rahmat Allah SWT. Inilah manifestasi sikap dan kepercayaan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Paragraf ketiga secara tegas menegaskan kembali kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Melalui paragraf ini rakyat Indonesia menyadari bahwa tanpa rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka bangsa Indonesia tidak akan mencapai kemerdekaan.

Merebut kemerdekaan bukan semata-mata hasil perjuangan rakyat Indonesia, tapi juga atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa. [1945902]  Makna Ayat Ketiga Pembukaan UUD 1945 "border =" 0 "src =" https://3.bp.blogspot.com/-gh-lXYF0sj4/VXwHRqMllpI/AAAAAAAABKI/P5QxigxNCVg/s1600/ unpreted.png "title =" Makna Paragraf Ketiga Pembukaan UUD 1945 "/> <span style= Selain itu, paragraf ketiga pembukaan UUD 1945 berisi motivasi nyata dan material dari keinginan mulia bangsa untuk memiliki kehidupan yang bebas. Ketergantungan adalah keinginan dan tekad seluruh bangsa Indonesia untuk bebas dari penindasan, bebas dari penentuan nasib sendiri.

bangsawan ini niat adalah kekuatan pendorong bangsa Indonesia untuk terus berjuang melawan penjajahan dan mendapatkan kemerdekaan. Dan tekad yang kuat untuk mendapatkan kemerdekaan dan kepercayaan akan kekuatan Tuhan, menjadi kekuatan yang menggerakkan bangsa Indonesia. Senjata sederhana dan tradisional. Bukan halangan untuk berani bertanding ose penjajah yang memiliki senjata modern.

Pedang bangsa percaya bahwa Tuhan akan memberikan bantuan kepada umatnya yang berjuang melawan kebenaran. Banyak peristiwa sejarah dalam perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, menang meski ada keterbatasan senjata, organisasi dan sumber daya manusia. Hal ini menunjukkan bahwa tekad dan kepercayaan kuat pada kekuatan Tuhan dapat menjadi faktor pendorong dan penentu keberhasilan.

Makna paragraf ketiga Pembukaan UUD 1945 memperkuat pengakuan dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang terbuat dari tubuh dan jiwa. Manusia bukanlah mesin tanpa jiwa. Berbeda dengan pandangan bahwa manusia hanya bersifat fisik. Ini menegaskan prinsip keseimbangan dalam kehidupan material dan spiritual, kehidupan dunia dan akhirat, tubuh dan jiwa.

Dengan demikian deskripsi singkat tentang arti paragraf ketiga dari pembukaan UUD 1945. Baca juga arti pembukaan UUD 1945 paragraf pertama.

author
Penulis: 

    Posting Terkait "Makna Alinea Ketiga Pembukaan UUD 1945"

    Teks Pembukaan UUD 1945
    Tentu untuk siswa SD, SMP dan SMA,
    Makna Pembukaan UUD 1945 Alinea Pertama (1)
    Pernyataan tersebut tidak hanya menjadi tekad sebuah
    Makna Alinea Kedua Pembukaan UUD 1945
    Juga kesadaran bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari
    Makna Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
    Negara Indonesia yang mapan memiliki tujuan negara

    Tinggalkan pesan "Makna Alinea Ketiga Pembukaan UUD 1945"